8 Hal Krusial yang Wajib Anda Cek Sebelum Menandatangani Serah Terima Kunci Rumah Baru.
Momen serah terima kunci (handover) adalah puncak dari penantian panjang dalam membeli properti baru, baik dari developer maupun properti sekunder. Namun, euforia ini sering kali membuat pembeli lupa bahwa momen ini adalah kesempatan terakhir Anda untuk memeriksa dan meminta perbaikan cacat (defect) pada rumah sebelum tanggung jawab perbaikan sepenuhnya beralih kepada Anda.
Proses pemeriksaan ini, dikenal sebagai Quality Control (QC) atau Defect List Check, sangat krusial. Kelalaian sedikit saja bisa mengakibatkan biaya renovasi yang mahal di kemudian hari. Artikel ini akan memandu Anda melalui 8 area krusial yang wajib Anda periksa secara teliti sebelum menandatangani berita acara serah terima kunci. Siapkan alat tulis, kamera, dan seorang teman untuk pemeriksaan yang teliti!
1. Struktur Dinding, Lantai, dan Plafon
Ini adalah elemen utama yang paling mahal untuk diperbaiki.
- Dinding: Periksa apakah ada retakan struktural (retakan diagonal atau lebar) atau retakan rambut. Cek juga kelurusan dinding dengan alat bantu (waterpass atau siku). Pastikan permukaan rata, bebas dari gelembung cat, dan tidak ada noda kelembaban yang mencurigakan.
- Lantai: Pastikan ubin atau keramik tidak ada yang kopong (berbunyi nyaring saat diketuk). Ubin yang kopong menandakan pemasangan semen yang buruk dan berisiko pecah atau lepas. Cek juga kemiringan di teras dan kamar mandi agar air mengalir sempurna ke saluran pembuangan.
- Plafon: Periksa apakah ada noda air kecokelatan yang mengindikasikan kebocoran dari atap atau instalasi AC di atas plafon. Pastikan sambungan plafon rata dan tidak melengkung.
2. Atap, Talang Air, dan Waterproofing
Penting untuk diperiksa, terutama jika cuaca sedang cerah.
- Talang Air: Pastikan semua talang terpasang kencang dan memiliki kemiringan yang tepat sehingga air mengalir lancar dan tidak menggenang. Talang yang tersumbat adalah sumber utama rembesan.
- Waterproofing Area Basah: Cek apakah area basah seperti kamar mandi, void, atau dak beton telah dilindungi dengan lapisan waterproofing yang memadai. Tanyakan detail material yang digunakan kepada developer.
- Rangka Atap: Meskipun sulit dijangkau, mintalah akses untuk memastikan rangka atap (baja ringan atau kayu) terpasang sesuai standar, dan genteng terpasang rapi tanpa celah.
3. Instalasi Listrik dan Stop Kontak
Keselamatan adalah prioritas, dan instalasi yang buruk bisa memicu bahaya.
- Fungsi Stop Kontak: Bawa charger ponsel atau test pen untuk menguji setiap stop kontak dan sakelar lampu di setiap ruangan. Pastikan semuanya berfungsi dengan baik dan arusnya stabil.
- Kapasitas Listrik: Cek meteran listrik dan pastikan kapasitas daya yang terpasang (misalnya 1300 VA atau 2200 VA) sudah sesuai dengan perjanjian pembelian.
- Box MCB dan Grounding: Pastikan panel Mini Circuit Breaker (MCB) terpasang rapi, diberi label yang jelas (untuk setiap zona), dan berfungsi. Mintalah konfirmasi bahwa sistem grounding telah terpasang dengan benar.
4. Sistem Air dan Sanitasi
Ini menyangkut kenyamanan sehari-hari.
- Tekanan Air: Nyalakan semua keran secara bersamaan (dapur dan kamar mandi) untuk menguji tekanan air. Pastikan alirannya kuat dan stabil.
- Kebocoran Pipa: Perhatikan meteran air. Jika semua keran tertutup namun meteran tetap berputar, kemungkinan besar ada kebocoran tersembunyi.
- Drainase/Pembuangan: Siram toilet dan buka keran air di wastafel dan lantai kamar mandi. Pastikan air mengalir lancar ke saluran pembuangan dan tidak ada genangan. Cek bau selokan, pastikan tidak ada bau yang naik kembali.
5. Pintu dan Jendela
Detail kecil yang memengaruhi keamanan dan kenyamanan.
- Engsel dan Kunci: Buka dan tutup semua pintu dan jendela. Pastikan tidak ada suara berderit, tidak seret, dan kunci berfungsi mulus.
- Kaca: Periksa apakah ada retak, goresan, atau sealant yang bocor di sekitar bingkai jendela. Kaca harus terpasang kencang dan tidak bergoyang.
- Finishing Kusen: Pastikan cat atau coating pada kusen (kayu atau aluminium) terpasang sempurna tanpa cacat.
6. Kelengkapan dan Fungsi Dapur
Jika rumah dilengkapi dengan pantry atau dapur.
- Keran Wastafel: Periksa keran dan saluran pembuangan wastafel. Isi wastafel dengan air dan buang, cek apakah ada rembesan di bawahnya.
- Kabinet Dapur: Buka dan tutup semua laci dan pintu kabinet. Pastikan mekanisme handle dan engsel berfungsi baik.
7. Halaman dan Fasilitas Luar
Area luar juga merupakan bagian dari properti.
- Pagar dan Gerbang: Uji mekanisme buka/tutup pagar dan gerbang rumah, pastikan mulus dan tidak berkarat.
- Saluran Got: Pastikan saluran got di depan rumah tidak tersumbat dan memiliki penutup yang rapi.
- Kerapihan: Cek apakah ada puing-puing sisa konstruksi yang belum dibersihkan oleh developer.
8. Dokumen dan Legalitas
Bagian non-fisik yang paling penting.
- Sertifikat dan IMB: Konfirmasi kembali status sertifikat (SHM/HGB) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Pastikan semua dokumen legalitas lengkap dan sesuai dengan spesifikasi yang dijanjikan.
- Garansi Bangunan: Pahami masa garansi bangunan (umumnya 3 hingga 6 bulan) yang diberikan oleh developer. Pastikan Anda tahu siapa yang harus dihubungi jika terjadi defect selama masa garansi.
Serah terima kunci adalah momen kritis. Jadikan pemeriksaan ini sebagai proses yang santai namun sangat teliti. Jangan takut untuk mencatat setiap defect, sekecil apa pun, ke dalam Berita Acara Serah Terima (BAST). Dengan menginvestasikan waktu beberapa jam untuk memeriksa 8 poin krusial ini, Anda memastikan bahwa Anda menerima rumah baru yang benar-benar siap huni, aman, dan bebas dari masalah tersembunyi. Selamat menempati rumah baru Anda!


